Sabtu, 05 Januari 2013

Media Lagu Dalam Pembelajaran Bahasa Jerman

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Kebutuhan akan bahasa asing  termasuk bahasa Jerman saat ini telah menjadi  hal yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Seiring dengan perkembangan zaman ,semakin bertambah pula kebutuhan untuk dapat melakukan interaksi dengan bangsa lain,dan hal tersebut  memaksa orang untuk  dapat menguasai suatu bahasa.Atas dasar itu telah banyak lembaga yang didirikan untuk membantu mempelajari bahasa asing,baik yang dilakukan pemerintah ,swasta maupun lembaga-lembaga yang terkait.
Untuk menarik minat pembelajar,setiap lembaga asing berusaha bersaing untuk memberikan yang terbaik bagi para pesertanya,baik dalam hal sarana maupun proses serta strategi pembelajaran.
Proses pembelajaran yang menyenangkan merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan suatu pembelajaran.Karena ketika pembelajaran itu dilakukan dengan cara yang menyenangkan ,maka materi-materi yang akan dipelajari akan sangat mudah diterima dan dimengerti dengan baik,untuk itu seorang pengajar (guru) dituntut memiliki kreativitas untuk mencari teknik-teknik pembelajaran yang dapat menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan yang pada akhirnya mendapatkan hasil yang diharapkan.
Salah satu cara menciptakan suasana yang menyenangkan,pengajar menyajikan materi  dengan menggunakan media-media  yang dapat meningkatkan semangat  dan gairah belajar dari para peserta didik.Salah satu media yang cocok dalam membangkitkan minat belajar adalah media “lagu”.Melaui lagu suasana pembelajaran menjadi lebih santai dan menyenangkan sehingga tidak membuat pembelajar  menjadi bosan dan jenuh dalam mengikuti  proses belajar mengajar di kelas.

B.Identifikasi Masalah
Penulis telah mengidentifikasi masalah berdasarkan tujuan dan latar belakang penulisan makalah ini,diantaranya :
1. Banyak siswa yang bosan dengan proses belajar mengajar hanya menyajikan materi.
2. Median pembelajaran yang kurang tepat dapat menghambat proses belajar mengajar di sekolah.
3. Keterampilan  membaca siswa masih kurang.
4. Siswa kurang peka apabila mendengar dialog bahasa Jerman.


C.Rumusan Masalah
Dalam makalah ini dirumuskan maslah,yaitu : bagaimanakah peran media “lagu” dalam pembelajaran bahasa Jerman?

     BAB II
KAJIAN TEORI


A.HAKIKAT MEDIA PEMBELAJARAN
Dilihat dari asal-usul kata media adalah bentuk jamak dari medium yang berasal dari bahasa latin yang artinya adalah “sesuatu yang berada ditengah-tengah atau sesuatu yang bersifat netral”.Media juga berarti suatu alat penghantar berkomunikasi .Definisi yang senada dikemukakan dalam kamus Duden (1970 : 435), “Medium : etwas, wie eine Verbindung oder Beziehung  zwischen mehreren  Personen oder Gegenständen herstellt  oder ermöglicht “.Media adalah sesuatu yang menghasilkan atau memungkinkan sebuah hubungan antara beberapa orang atau benda.
Sementara Bovee dalam Prawiradilaga (2004 : 6) menyebytkan bahwa  “media adalah sebuah alat yang berfungsi  menyampaikan pesan”. Pengertian media sebagaimana dikemukakan oleh Bovee mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan.
Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi. Pernyataan tersebut senada dengan pendapat Oemar Hamalik dalam Latuheru (1988 : 15) yang mendefinisikan “media sebagai alat bantu yang digunakan dalam hubungan komunikasi  sehingga interaksi itu berjalan  dengan lancar dan mencapai hasil yang maksimal”.
Berbeda dengan kedua pendapat diatas, Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) dalam Sadiman  (1993 : 6) menyatakan bahwa “media adalah bentuk –bentuk komunikasi  baik tercetak maupun audiovisual serta peralatanya”.
        Dari beberapa pengertian diatas , dapat diambil kesimpulan bahwa  media merupakan alat bantu  untuk berkomunikasi baik secara tertulis  maupin secara lisan yang berfungsi  untuk menyampaikan pesan  dari sumber pesan kepeda penerima pesan sehingga interaksi dapat berjalan dengan lancar.
Dalam kaitanya dengan proses pembelajaran , keberadaan suatu media akan  sangat membantu dalam kegiatan belajar mengajar karena media pembelajaran berfungsi  untuk menyampaikan pesan pembelajaran.Hyed (1990: 185) berpendapat : “Medien oder Unterrichtsmittel sind alle gegeständlichen Mittel, die dem Lehrer dazu dienen,etwas darzustellen, zu veranschaulichen, bestimmte Lehr  und Lernprozesse zu unterstützen oder  über- haupt erz zu ermöglichen.
Pendapat tersebut menyatakan bahwa  “media atau alat pengajaran adalah semuat alat yang berfungsi  membantu pengajar untuk menyampaikan,menerangkan sesuatu ,untuk mendukung proses pembelajaran  dan pengajaran tertentu”. Pendapat tersebut sama dengan pendapat Hamidjojo dalam Latuheru (1988 : 14) yang mengatakan :
“Media pembelajaran adalah alat yang penggunaanya untuk mendefinisikan atau menjabarkan sesuatu kepada pembelajar dan dapat  mempertinggi mutu kegiatan belajar mengajar ”.
Sesuatu dapat dikatakan sebagai media pembelajaran apabila media tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan dengan tujuan-tujuan  pendidikan dan  pembelajaran. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Selain itu media pembelajaran juga harus merangsang pembelajar  untuk mengingat apa yang sudah dipelajari. Sebagaimana dikemukakan oleh  Gagne dalam Sadiman (1993 : 6) bahwa,” media pembelajaran adalah berbagai  jenis komponen  dalam lingkungan siswa yang dapat  merangsangnya dalam belajar. Pendapat tersebut senada dengan pendapat Sulaiman (1985 : 27) yang mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan oleh pengajar (guru) kepada pembelajar (siswa) sehingga dapat merangsang  pikiran,perasaan,perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga  proses belajar terjadi.
Berpedoman pada semua pendapat yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa  media pembelajaran adalah bahan maupun alat yang digunakan dalam kegiatan belajar  yang berfungsi untuk menyampaikan atau menjelaskan materi pembelajaran ,dengan tujuan agar proses pembelajaran  dapat berlangsung secara tepat guna. Selain berfungsi untuk menyampaikan  pesan pembelajaran, media pembelajaran juga berfungsi  merangsang pikiran,perasaan,perhatian dan minat siswa sehingga siswa lebih termotivasi  untuk mengikuti pembelajaran.


2.HAKIKAT LAGU
Dalam proses belajar mengajar  diperlukan media atau alat untuk mendukung proses pembelajaran  guna menarik  perhatian  siswa. Salah satu media yang diduga dapat menarik perhatian siswa adalah media audio yaitu lagu. Lagu termasuk kedalam media audio karena  lagu merupakan hal  atau sesuatu yang berkaitan dengan  indera pendengaran. Gustiani (2006 : 30) mendefinisi lagu sebagai ragam sastra yang berirama dalam bercakap,bernyanyi,membaca,dan sebagainya.Definisi tersebut senada dengan definisi  yang terdapat dalam kamus Drosdowski (1970 : 416), Das Lied : vertontes ,meist in Strophen ein Geteiltes gedicht , das Gesungen wird.
Maksud dari kutipan tersebut bahwa lagu  adalah puisi yang diubah menjadi lagu dan terbagi atas bait-bait yang dinyanyikan. Sedangkan pengertian lagu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002 : 624) yaitu nyanyian : ragam nyanyian misalnya musik ,gamelan dan sebagainya.Berdasarkan pengertian diatas bahwa dalam lagui terdapat dua unsur yaitu nyanyian dan musik.
Media lagu merupakan pasangan dari media tape recorder, yang mana keduanya merupakan jenis dari media audio. Keduanya akan berfungsi sebagai media pengajaran bila kedua media itu digunakan secara bersama-sama. Media lagu merupakan salah satu alat bantu dalam menyampaikan pesan atau bahan ajar kepada siswa secara audio. Media lagu dapat dijadikan sebagai alat bantu untuk berbagai macam disiplin ilmu karena lagu sangat efektif untuk menarik  perhatian dan minat siswa dalam proses pembelajaran.
          Media lagu sangat baik digunakan untuk melatih keterampilan-keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek berbahasa, salah satunya adalah melatih keterampilan menyimak. Sebagaimana diungkapkan  Gustiani (2006 :32) bahwa,”lagu dapat digunakan untuk melatih daya analisis siswa dari apa yang mereka simak”. Selain itu lagu dapat merangsang perkembangan otak sehingga apabila dalam proses pembelajaran menggunakan media lagu, maka pembelajar dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan.
Hal ini senada dengan pendapat Lazanov dalam DePorter dan Hernacki (2003 : 72) yang mengemukakan bahwa, “musik yang harmonis merupakan rangsangan terbaik bagi perkembangan otak . Saat mendengar musik ,lirik lagu akan merangsang otak kiri dan melodinya akan merangsang otak kanan.
       Dari penjelasan-penjelasan diatas dapat dipahami bahwa lagu merupakan ekspresi perasaan seseorang dalam bentuk kalimat-kalimat berirama yang dapat dinyanyikan atau disandungkan.Media lagu memiliki manfaat dalam proses pembelajaran karena selain dapat  menarik perhatian siswa ,lagu juga dapat merangsang perkembangan otak. Dengan media lagu pembelajaran akan lebih menyenangkan karena lagu memiliki irama yang dapat  diikuti siswa,selain itu media lagu juga dapat melatih daya analisis siswa.






























     BAB III
PEMBAHASAN

Dalam pembelajaran dengan lagu,guru hendaknya mempertimbangkan jenis nyanyian atau lagu apa yang sesuai dengan pembelajar. Hal ini penting diperhatikan agar pembelajar mempunyai motivasi ,minat serta bersifat positiv terhadap materi yang diajarkan.
Ada beberapa kriteria dalam memilih lagu yang cocok untuk digunakan dalam pembeajaran bahasa asing , antara lain :
1.      Musik dan irama sebuah lagu sebaiknya tidak mempengaruhi atau mendominasi pembelajar, karena hal ini dapat mengurangi pemahaman pembelajar tehadap lagu tersebut.Adapun faktor-faktor yang dapat menyulitkan pembelajar untuk dapat mengerti sebuah lagu adalah :
·         Musik pengiring (backsound) terlalu keras sehingga menutupi suara penyanyi.
·         Lagu yang dinyanyikan secara cepat dan dibuat-buat.
·         Dialek.
2.      Perpaduan musk ,irama dan teks hendaknya serasi dan teks lagu ditonjolkan sedangkan musik hanya berfungsi sebagai pengiring.
3.      Teks lagu hendaknya jelas dan tidak terlalu sulit untuk dipahami serta mudah bagi pembelajar untuk ikut menyanyikan .Selain itu harus pula diperhatikan beberapa hal yang menyangkut pembelajar itu sendiri,yakni :
·         Taraf penguasaan bahasa asing yang dipelajarinya,tingkat pemula atau lanjutan.
·         Usia pembelajar,remaja atau dewasa,serta
·         Minat pembelajar terhadap lagu-lagu tertentu.
Penggunaan nyanyian dalam pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Jerman tidak hanya menyangkut aspek menyimak,berbicara dan kosakata,melainkan juga struktur dan aspek budaya. Melalui nyanyian berbagai aspek budaya suatu negara dapat diperkenalkan.Dalam belajar bahasa asing penggunaan nyanyian atau musik memungkinkan pembelajar untuk mencapai tujuan akhir dalam proses belajar mengajar, yakni kemampuan memahami bahasa asing tersebut baik dari segi struktur maupun kosakatanya.Latiahan-latijan struktur dengan menggunakan nyanyian dapat membiasakan pembelajar menggunakan kata-kata atau ungkapan-ungkapan dalam bahasa asing.
Dalam pembelajaran melalui lagu suasana belajar dikelas lebih santai dan menyenangkan,sehingga dapat mengurangi ketegangan  dan perasaan takut pembelajar untuk berbicara dan mengerjakan latihan-latihan.Pembelajar lebih termotivasi untuk belajar ,materi yang diajarpun mudah terserap dan dihafal,karena tanpa sadar mereka akan terus mengulanginya dengan menyanyikanya.
Adapun prosedur atau cara-cara ketika kita (guru) menggunakan media lagu atau musik dalam pembelajaran bahasa Jerman, antara lain sebagai berikut :
Cara I
·         Memberikan teks lagu yang tidak lengkap,lalu memperdengarkanlagu yang bersangkutan sebanyak tiga kali.
·         Setelah teks lagu tersebut sudah terisi, barulah siswa diminta menyanyikan lagu bersama-sama.
·         Setelah itu, peserta didik mendiskusikan isi dari lagu tersebut,
·         Dan yang terakhir adalah memberikan pertanyaan sesuai dengan isi lagu yang telah didengar dan dinyanyikan bersama itu.
Cara II
·         Teknik yang kedua, dengan memberi guntingan teks lagu. Guntingan ini lalu dimasukan kedalam amplop sebelum lagunya diperdengarkan.
·         Peserta didik membuka amplop yang syairnya masih tidak beraturan ,dan tugas mereka adalah menyusun syair lagu tersebut sesuai dengan apa yang mereka dengar.
·         Setelah lagu tersusun dengan benar,peserta didik  menyanyikan secara bersama-sama.
Kedua teknik itu efektif dalam penerapan pendidikan berkarakter positif dalam konteks menjawab pertanyaan dan pengendalian emosi. Guru memang harus mempertimbangkan lagu yang akan dipilih sebagai media pembelajarannya. Lagu itu misalnya lagu yang belum pernah didengar siswa, pengucapannya juga cukup jelas, dan tentunya disukai remaja.
Adapun beberapa contoh lagu biasa yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Jerman,diantaranya :
1.                  Das Spiel (Anett Lousian)
Lagu ini digunakan untuk melatih penggunaan preposisi Dativ ,karena dalam lirik lagu ini terdapat banyak preposisi  yang diikuti dengan dativ, seperti yang terdapt pada lirik berikut :
Du willst mich für dich
Und du willst mich ganz
Doch auf dem Neveau’
Macht’s mir keinen spaβ,
Du füllt mich nicht aus,
Ich fühl mich zu Haus
Nur zwischen den Stühlen
Ich will doch nur spielen
Ich tu doch nichts
Daβ du wegen mir
Irgendwen verläβt,
Dalam sebagian lirik ini saja terdapat dua preposisi yang diikuti Dativ, yaitu : zwischen dan wegen.Selain yang terdapat pada bait ini masih ada juga poreposisi lain yang terdapat pada lirik-lirik selanjutnya , yakni seperti kata von …, bi s, unter dan vor. Pengajar dapat menjelaskan mengenai preposisi-preposisi tersebut beserta keterangan lainya yang lebih jelas misalkan preposisi wegen.Wegen menjadi Dativ apabila yang mengikutinya adalah person.
2.Liebt Sie Doch So Wie Ich(Christina Stürmer)
Melalui lagu ini siswa dapat belajar ataupun mengulangi pembelajaranya dalam menggunakan  kalimat perfekt, karena dalam lagu ini terdapat beberapa kalimat yang merupakan kalimat perfekt, diantaranya lirik berikut ini :
Auf einmal war sie da
Ganz ohne jede Waenung
Und ama amfang hab ich noch
Über sie gelacht
Habe nicht kapiert
Was da mit uns passiert
Erst eine nach zu spat
Bin ich dann aufgewacht,
Dari bait tersebut pengajar dapat menjelaskan bagaimana pembentukan kalimat perfekt ,terutama untuk pembentukan kata kerja yang teratur dan tidak teratur serta bagaimana dan kapan sebuah kata harus menggunakan sein dan haben.Seperti kalimat “ Und am amfang hab ich noch über sie gelacht “. Ini merupakan salah satu kalimat perfekt yang ada pada bait tersebut . Pada bait tersebut terdapat kata gelacht yang berasal dari kata lachen.
Lachen merupakan salah satu kata kerja teratur yang untuk pembentukan perfektnya tinggal ditambah dengan  -ge dan –t  pada awal dan akhir kata.Kata ini juga merupakan kata kerja yang menggunakan haben karena pada kata kerja ini tidak terdapat pergerakan ataupun perubahan kedudukan.


3.Wenn ich nicht mehr da bin (Christian Franke)
Lagu ini sangat cocok untuk melatih pelafalan (aussprache),seperti contoh dalam bait berikut ini :
Die Nacht ist kalt. Und die Angst
Legt sie wie  Blei um den Hals
Ich lauf die Straβen entlang
Und ich seh’ kein Gesicht,
Das mir Trost geben kann.
Sie sagte : “Sterben ist leicht,
war auch der Weg ziemlich weit”
Sie war sop unheimlich stark,
Als sie sagte :
“Ich glaub’, es wird Nacht”…

“Wenn ich nicht mehr da bin,
Geh’du den Weg für mich.
Leb du für uns beide
Und wein’nicht mehr um mich.
Wenn ich nicht mehr da bin,
Bleibt die Welt nicht steh’n.
Ich wart’ auf Dich am Ende der Zeit,
Bis wir uns wiederseh’n.”

Er sprach von “Schicksal” und so-
Der Arzt in seinem Büro.
Es täte ihm schrecklich leid,
Daβ alles vergeht,
Selbst der schmerz  mit der Zeit.
Ich hab’ nach Antwort gesucht
Und das Wort “Schicksal” verflucht,
Mein Gott,warum grade sie??
Verstehen werd’ ich das wohl nie.

Manfaat yang peserta didik dapatkan setelah menyimak lagu dan lirik ,antara lain :
·           Melatih kemampuan menyimak (hören),
·           Menambah kosakata baru,
·           Melatih konsentrasi,
·           Melatih pelafalan (aussprache) yang benar,
·           Dapat menghilangkan penat,dan
·           Menambah koleksi lagu bahasa Jerman.
Adapun faktor yang menjadi penghambat peserta didik dalam menyimak lagu dan liriknya pada saat pembelajaran adalah :
·       Pelafalan pada lagu (aussparache) kurang jelas,
·       Kurang memahami kosakata yang terdapat pada lirik lagu,
·       Kurangnya konsentrasi,
·       Lagu yang terlalu cepat,
Adapun faktor pendorong peserta didik dalam menyimak lagu dan lirik pada saat pembelajaran adalah  :
·       Ingin menambah kosakata baru,
·       Menyimak dengan lagu lebih menarik,
·       Lagu dapat menghilangkan kejenuhan,
·       Ingin mengetahui makna daritiap lirik lagu sehingga dapat melatih pelafalan  (aussprache) yang benar dalam bahasa Jerman.
Dalam pembelajaran melalui lagu  suasana belajar di kelas lebih santai dan menyenangkan ,sehingga dapat mengurangi  ketegangan dan perasaan takut pembelajar untuk berbicara dan mengerjakan latihan-latihan. Pembelajar lebih termotivasi untuk belajar dan materi yang diajari pun mudah diserap dan dihafal, karena tanpa sadar mereka ajan terus mengulanginya dengan menyanyikanya.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa:
·       Musik memberikan rangsangan terhadap jalinan antara neuron, sehingga neuron yang bertau    tan akan meningkatkan kemampuan matematika dan emosi.
·       Musik merangsang pikiran.
·       Musik memperbaiki konsentrasi dan ingatan.
·       Musik membuat siswa lebih pintar.
·       Musik meningkatkan aspek kognitif.
·       Musik membangun kecerdasan emosional.
·       Siswa yang mendapat pendidikan musik jika kelak dewasa akan menjadi manusia yang berpikiran logis, sekaligus cerdas, kreatif dan mampu mengambil keputusan dan mempunyai empati.
·       Dengan pendidikan musik, anak memperoleh stimulasi yang seimbang antara belahan otak kiri dan belahan otak kanan, artinya terdapat keseimbangan antara aspek kognitif dan aspek emosi.





























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar